
Masuk dunia kampus berarti masuk ke lingkungan yang jauh lebih beragam. Kamu akan bertemu orang dengan latar belakang, kebiasaan, dan cara berpikir yang berbeda. Di tengah proses adaptasi ini, banyak mahasiswa baru merasa tertekan untuk “menyesuaikan diri” sampai lupa jadi diri sendiri. Padahal, berteman di kampus seharusnya memperluas versi diri, bukan menghilangkannya.
1. Pahami Diri Sendiri Dulu
Sebelum sibuk menyesuaikan diri dengan orang lain, penting untuk tahu batas dan nilai pribadi. Apa yang nyaman buatmu, apa yang tidak bisa ditoleransi, dan hal apa yang ingin kamu pertahankan. Dengan mengenal diri sendiri, kamu tidak mudah terbawa arus hanya demi diterima.
Berteman bukan berarti harus selalu sama. Perbedaan justru wajar di lingkungan kampus.
2. Jangan Takut Bilang “Tidak”
Salah satu kesalahan maba adalah takut kehilangan teman jika menolak ajakan. Padahal, mengatakan “tidak” pada hal yang tidak sesuai dengan prinsip adalah bentuk menjaga diri. Teman yang baik akan menghargai batasan, bukan memaksa.
Memaksakan diri demi diterima justru sering berujung lelah secara mental.
3. Pilih Circle yang Sehat
Circle pertemanan punya pengaruh besar terhadap kebiasaan dan cara berpikir. Lingkungan yang sehat biasanya saling mendukung, tidak merendahkan, dan tidak memaksa. Jika suatu circle membuatmu sering merasa tidak nyaman atau kehilangan arah, itu tanda untuk mengevaluasi.
Berteman boleh banyak, tapi circle inti sebaiknya selektif.
4. Jadi Diri Sendiri dengan Versi Terbaik
Menjadi diri sendiri bukan berarti menutup diri dari perubahan. Kampus adalah tempat belajar, termasuk belajar memperbaiki sikap dan pola pikir. Ambil hal baik dari orang lain tanpa harus mengorbankan identitasmu.
Adaptasi yang sehat tidak menghapus jati diri, tapi mengembangkannya.
Berteman di kampus bukan soal seberapa cepat punya banyak kenalan, tapi seberapa nyaman kamu jadi diri sendiri di lingkungan tersebut. Mahasiswa yang menjaga jati diri sejak awal biasanya lebih tenang, percaya diri, dan punya relasi yang lebih tulus sepanjang masa kuliah. Selain itu memilih lingkungan yang nyaman baik dikampus maupun diluar kampus juga sama pentingnya. Contohnya lingkungan kosan atau tempat tinggal, semakin baik lingkungannya semakin baik kamu, pun sebaliknya. Tapi kamu gak usah khawatir soal lingkungan yang toxic, karna ada Fatih Kost. Lingkungannya yang tenang, nyaman serta support satu sama lain bikin kamu jauh dari circle yang toxic. Buat info lebih lanjut, kamu bisa cek dan cari tau disini yaa..
